Yoga, Senam yang Ramah untuk Segala Usia

PANCARKAN CAKRA. Yoga merupakan salah satu cara kuno dalam mengaktifkan cakra diri seseorang, untuk berkomunikasi dengan alam sekitarnya. Tekniknya tak beda dengan meditasi yang dilakukan dalam olah rasa dan olah diri yang selama ini berkembang di belantara dunia.
PANCARKAN CAKRA. Yoga merupakan salah satu cara kuno dalam mengaktifkan cakra diri seseorang, untuk berkomunikasi dengan alam sekitarnya. Tekniknya tak beda dengan meditasi yang dilakukan dalam olah rasa dan olah diri yang selama ini berkembang di belantara dunia.

YOGA pastilah bukan kata asing bagi telinga kita. Tapi, apa sejatinya yoga itu? Yoga adalah sistem kesehatan menyeluruh (holistik) yang terbentuk dari kebudayaan India kuno sejak 3000 SM lalu. Yoga atau yuj dalam bahasa sansekerta kuno berarti union (penyatuan). Penyatuan antara atman dan brahman (yang maha kuasa). Intinya, dengan yoga seseorang dapat mengenal lebih baik tubuhnya, sekaligus Tuhannya. Continue reading “Yoga, Senam yang Ramah untuk Segala Usia”

Iklan

Rokok DiHaramkan. Mengapa Miras-Hiburan Seronok dan Korupsi Tidak Difatwa Haramkan MUI

MEROKOK. Anak-anak masa pertumbuhan perlu dilindungi dari perilaku merugikan diri sendiri. Karena itu fatwa MUI yang mengharamkan rokok perlu diberikan pada anak-anak, sementara orang tua gak usah dapat fatwa lantaran mereka sudah punya fikiran sendiri yang bisa memisahkan baik dan buruk untuk kesehatannya
MEROKOK. Anak-anak masa pertumbuhan perlu dilindungi dari perilaku merugikan diri sendiri. Karena itu fatwa MUI yang mengharamkan rokok perlu diberikan pada anak-anak, sementara orang tua gak usah dapat fatwa lantaran mereka sudah punya fikiran sendiri yang bisa memisahkan baik dan buruk untuk kesehatannya

HASIL Sidang Pleno Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia yang ketiga di aula Perguruan Diniyyah Puteri, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 25 Januari 2009 akhirnya memilih hukum makruh untuk merokok. Yang diharamkan merokok hanya anak-anak, remaja, wanita hamil, dan merokok di tempat umum. Untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat, semua jajaran pengurus MUI diharamkan merokok dan apabila merokok akan diberi sanksi organisasi.

Fatwa tersebut telah melahirkan berbagai kekhawatiran dan reaksi dari berbagai kalangan. Ada yang menganggap fatwa MUI tidak memiliki dampak apapun. Ada juga yang merasa khawatir kehilangan pekerjaan jika pabrik rokok sampai ditutup oleh pemerintah. Menilik kinerja MUI selama ini seharusnya lembaga agama terbesar ini mempunyai pertimbangan yang lebih jauh. Apalagi mereka hanya mengkhususkan haramnya rokok bagi kalangan tertentu termasuk anak-anak , remaja dan wanita hamil. Continue reading “Rokok DiHaramkan. Mengapa Miras-Hiburan Seronok dan Korupsi Tidak Difatwa Haramkan MUI”

Menjadi Kekasih Allah, Obat Stress Termujarab

SETIAP hari, ada saja peristiwa yang menguji kesabaran dan menekan jiwa

MENJADI KEKASIH. Stress bukanlah sebuah penyakit baru yang menyerang psikologis seseorang. Stress telah ada sejak zaman para nabi dan rasul. Kendati di abad modern ini obat stress banyak dipilih yang melanggar larangan agama, tapi bagi seorang muslim obat stress termujarab hanyalah menjadi "Kekasih Allah".
MENJADI KEKASIH. Stress bukanlah sebuah penyakit baru yang menyerang psikologis seseorang. Stress telah ada sejak zaman para nabi dan rasul. Kendati di abad modern ini obat stress banyak dipilih yang melanggar larangan agama, tapi bagi seorang muslim obat stress termujarab hanyalah menjadi "Kekasih Allah".

kita. Anak kita membandel, suami acuh tak acuh, isteri ngomel, teman kita menghina dan mengumpat, bisnis tidak menguntungkan bahkan malah terancam bangkrut, saham jatuh, tidak lulus ujian dan lain-lain lagi. Begitulah nasib kita manusia. Sejauh mana pun kita coba untuk mengelak dari perkara-perkara yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kita, hal-hal tadi tetap akan terjadi juga.

Sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan, sedikit pun kita tidak ada kuasa untuk menolak ketentuan Tuhan. Kalau Tuhan ingin kita sakit, walau bagaimana pun kita coba menjauhi penyakit, kita tetap akan jatuh sakit. Kalau Tuhan tidak mau kita jadi kaya, walau bagaimana pun kita mengusahakan kekayaan, ia tidak akan dimiliki juga. Dan memang usaha manusia itu tidak dapat menentukan hasil akhir atau tidak memberi bekas sedikitpun . Continue reading “Menjadi Kekasih Allah, Obat Stress Termujarab”

televisi telah menjadi guru yang menyesatkan

DI akhir zaman ini, TV ibarat guru. Kalau diibaratkan manusia, TV merupakan manusia yang pandai, bijak dan mempunyai berbagai-bagai ilmu. TV boleh mempersembahkan apa saja informasi dan keperluan manusia di zaman ini. Walau dalam bentuk apapun ia disajikan, ia adalah informasi dan pengetahuan. Jadi, di sini manusia yang menjadi konsumen akan mendapat dua perkara yaitu informasi dan hiburan.

tv-kids

Dalam informasi ada hiburan, dalam hiburan ada informasi. Jadi, TV ibarat menjadi guru kita. Kadang-kadang ada acara berita, film atau iklan, kadang-kadang guru kita boleh bernyanyi, menghiburkan manusia. Di dalamnya tentu juga ada informasi. Kadang-kadang TV memberikan kuliah. Maka dalam kuliah lebih-lebih lagi mempunyai informasi Kadang-kadang guru itu bertanya kepada orang dengan berbagai-bagai pertanyaan. Maka TV yang merupakan guru yang pandai dan pintar itu boleh menjawab apa saja yang ditanya oleh manusia. Begitulah seterusnya.

Jadi di akhir zaman ini, kalau orang yang menguasai TV dan yang memegang dasarnya dapat menggunakan TV pada tempat yang sebenarnya, mungkin hanya mengambil masa 5 tahun saja, seluruh negara boleh berubah.

Berubah daripada cinta dunia kepada cinta Tuhan, daripada takut benda yang bukan-bukan kepada takut kepada Allah, daripada cinta dunia kepada cinta akhirat dan begitulah seterusnya.

Tapi sayang sekali di dunia hari ini, guru kita iaitu TV telah disalahgunakan. Sepatutnya manfaat yang lebih besar, tetapi apa yang berlaku ialah mudharatnya lebih besar dari manfaatnya. Moral masyarakat dikorbankan.

Oleh sebab itulah, Media TV sebagai guru hari ini telah merusak dunia, meracuni fikiran manusia dan sangat merosakkan jiwa manusia. Maka kesan-kesan sampingannya (side effect), itulah yang kita lihat berlaku di tengah masyarakat dunia. Penuh dengan ketakutan. Memberi contoh yang tidak baik dan mencorak gaya hidup masyarakat dengan gaya hidup tidak sehat, konsumtif, hura-hura, pergaulan bebas bahkan kekerasan menjadi budaya. Bahkan hingga dijadikan kendaraan politik, untuk mengeruk keuntungan dan menjatuhkan lawan.

smackdown4mata

criminal-news1cc2az9

Dunia sudah diisi dengan bermacam-macam kejahatan, pembunuhan, kerusuhan penculikan, peperangan, perkelahian, penipuan, jatuh-menjatuhkan, khianat-mengkhianati dan lain-lain lagi. Sepatutnya dalam dunia yang sudah terbangun hari ini, kita boleh hidup dengan baik dan harmonis, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, kita hidup penuh dengan ketakutan. Keindahan dunia sudah tidak ada arti apa-apa. Kerana dalam keindahan itu banyak ketakutan dan berbagai-bagai kejahatan.

Sudahkah kita bersiap sedia untuk negeri akhirat?

SHALAT JENAZAH. Shalat hendaknya bukan sebagai kewajiban, karena akan menjadi sebuah beban kehidupan. Namun shalat idealnya menjadi sebuah kebutuhan, sehingga menjadi sebuah kekurangan saat belum dilakukan. Sehingga shalat menjadi kesempurnaan hidup seorang muslim sebelum dishalati, karena ketidakberdayaan melakukan shalat.
SHALAT JENAZAH. Shalat hendaknya bukan sebagai kewajiban, karena akan menjadi sebuah beban kehidupan. Namun shalat idealnya menjadi sebuah kebutuhan, sehingga menjadi sebuah kekurangan saat belum dilakukan. Sehingga shalat menjadi kesempurnaan hidup seorang muslim sebelum dishalati, karena ketidakberdayaan melakukan shalat.

Setiap yang bernafas pasti mati. Hidup didunia ini sementara dan sekejap sahaja. Kalau senang pun sementara dan sekejap. Kalau susah pun sementara dan sekejap. Akhirat pula jauh lebih besar dan kekal buat selama-lamanya. Kalau senang ertinya mendapat syurga yang merupakan kebahagiaan hakiki yang tidak dapat dibayangkan. Kalau susah pula ertinya neraka yang merupakan seksaan hakiki. Azabnya amat dahsyat yang tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Api neraka bukan macam api lilin. Api lilin yang paling kecil pun tidak upaya siapa pun yang menahan kepanasannya. Sedangkan seringan-ringan api neraka, berpijak atas baranya sahaja sudah mendidih otak di kepala. Kalau memahami hakikat ini janganlah memburu kesenangan yang sedikit didunia ini, hingga sanggup menderhakai Tuhan. Dan janganlah kerana takutkan kesusahan yang sedikit didunia ini, hingga sanggup derhaka kepada Tuhan.

jenazah1

Di sinilah perlunya kita rasa takut dan bimbang terhadap Tuhan yang diri kita dalam genggamanNya. Kita tidak tahu apa sukatan Tuhan yang bersifat maknawiyah keatas kita. Semoga dengan kekal rasa takut dan bimbang, maka Tuhan rahmati kita hingga dihari pertemuan denganNya.

  1. Ada manusia yang Tuhan beri petunjuk dan pimpinanNya. Dia berada dalam kebenaran dan kebaikan dari awal hingga akhir hidupnya.
  2. Ada manusia yang diawal hidupnya dalam kesesatan. Manakala diakhir hisupnya Tuhan beri petunjuk dan pimpinanNya dan berada dalam kebenaran.
  3. Terdapat manusia yang  diawal hidupnya dalam kebenaran tetapi diakhir hidupnya dalam kesesatan.
  4. Terdapa pula manusia yang dari awal hingga akhir hidupnya dalam kesesatan.

Kita tidak tahu kategori mana yang menimpa nasib kita. Nasib kita belum tahu. Sanggupkah kita berhadapan dengan Allah swt di akhirat kelak dalam kesesatan. Sedangkan dunia ini ibarat mimpi saja berbanding akhirat. Sebab itu Allah swt ulang banyak kali dalam Al Quran dengan maksud, “Dan akhirat itu lebih baik dan kekal.” Lebih baik yang Allah swt istilahkan itu tidak boleh di fahamkan maksudnya menurut bahasa. Lebih baik yang Allah swt maksudkan itu menurut pengertian Tuhan. Kalau lebih baik itu disudut sedapnya rasa makanan, kelazatan diakhirat nanti tidak dapat dibayangkan, malah rasa lazat itu kekal hingga beribu tahun. Hingga kelazatan makanan itu berlapis dan bertindih. Ini belum lagi digabungkan denga kelazatan dari sumber yang tidak terbatas banyaknya.

sumber : www.eratimur.com

keistimewaan shalat malam (qiyamul lail)


Qiyamul Lail (Shalat Malam)

Allah Ta’aala berfirman:

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan diakhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”

(QS. Azd-Dzariyaat: 17-18)

Ayat ini berkaitan dengan sifat orang-orang muhsinin (yang baik).

Ibn `Abbas -Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan: “Tiadalah berlalu malam atas mereka melainkan pasti mereka mengambil sebagiannya (untuk shalat malam).”

Allah Ta’aala berfirman pula tentang sifat ibadur-Rahman: ” Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Shalat malam).”

(QS. Al-Furqan: 64)

Allah Ta’aala berfirman:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (untuk shalat malam), sedang mereka berdo´a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. As-Sajdah: 16-17)

Tatkala mereka menyembunyikan amal ibadah mereka dan tertutup oleh kegelapan malam maka Allah-pun menyembunyikan pahala bagi mereka.

Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim dan lain-lain).

Dalam hadits yang lain disebutkan kepada Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam seseorang yang tidur sepanjang malam sampai subuh lalu beliau -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Dia adalah seorang yang kedua telinganya dikencingi Syetan.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Syetan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika ia tidur. Ia pukulkan pada tiap ikatan itu ucapan “Malam masih panjang, tidur lagi sajalah!” Jika ia bangun dan berzdikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dilanjutkan dengan berwudhu , terurailah ikatan yang kedua. Dan jika ia shalat, maka lepaslah ikatan yang ketiga. Maka pagi harinyapun ia bersemangat dan baik kondisi jiwanya. Sebaliknya jika tidak, iapun jadi malas dan buruk kondisi jiwanya.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Posisi Rabb (Allah) yang paling dekat dengan hambanya adalah dipenghujung malam, jika anda mampu untuk berzdikir kepada Allah pada saat itu maka lakukanlah.”
(HR. At-Tirmidzi, Ibn Huzaimah dll dengan sanad shahih)

Beliau -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:

” Rabb (Tuhan) kami yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun kelangit dunia tiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir seraya berkata: “Siapa berdo´a kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa meminta kepada-Ku pasti Aku beri dan siapa memohon ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni ia.”

(HR. Bukhari – Muslim)

Beliau -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:

“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam lalu penyeru-pun menyeru: “Apakah ada orang berdo´a, pasti dikabulkan do´anya. Apakah ada orang meminta, pasti diberi permintaannya. Dan apakah ada orang yang sumpek (banyak problem), pasti dihilangkan darinya. Maka tidaklah seorang muslimpun yang berdo´a saat itu melainkan pasti Allah mengabulkannya kecuali zaniah (pelacur yang belum bertaubat) dan `Asysyaar (Seorang yang mengambil harta manusia dengan cara bathil).”
(Hadits shahih diriwayatkan at-Tabhrani)

Dari aisyah -Radhiallahu ‘Anha berkata: “Bahwasannya Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam shalat malam sampai pecah-pecah (bengkak) kedua kakinya, lalu akupun berkata kepada Beliau: “Mengapa Anda lakukan ini wahai Rasulullah, padahal telah diampuni dosa anda yang lalu dan yang akan datang?” Beliau -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur”.
(HR. Bukhari – Muslim)

Bahwasannya sahabat Abdullah Ibn Mas´ud -Radhiallahu ‘Anhu apabila telah datang malam dan semua mata telah terlelap beliau bangun dan terdengarlah dengungan suaranya seperti dengungan lebah, sampai menjelang subuh.

Al-Hasan al-Bashri -Rahimahullah ditanya: “Mengapa orang-orang yang rajin bertahajjud itu wajah mereka berseri-seri?” beliau menjawab: “Sebab mereka menyendiri bersama ar-Rahman, lalu Dia pakaikan pada mereka seberkas cahaya dari cahaya-Nya.”

Al Hasan -Rahimahullah berujar: “Seseorang melakukan suatu dosa, maka iapun terhalang dari qiyamullail.”

Seseorang bertanya kepada orang shaleh, Aku tidak dapat bangun malam. Tunjukkan padaku obatnya! Orang shaleh itupun menjawab: “Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya (Allah) disiang hari, pasti Dia akan membangunkanmu di Malam hari.”

Sufyan Ats-Tsauri -Rahimahullah bercerita aku benar-benar terhalangi dari qiyamullail selama lima bulan gara-gara satu dosa yang aku lakukan.

Abu Sulaiman -Rahimahullah bertutur: Kelezatan malam yang dirasakan oleh orang yang rajin shalat malam itu lebih besar daripada kelezatan lahwun (perbuatan sia-sia) yang dirasakan oleh ahlinya. Sungguh jika tidak ada malam aku tidak ingin berlama-lama tinggal didunia ini.”

Ibn al-Munkadir -Rahimahullah berujar: “Kelezatan dunia ini tinggal tersisa tiga perkara: qiyamul lail, berjumpa dengan ikhwan (teman-teman yang shaleh), dan shalat berjama´ah.”

(www.hatibening.com)

Meditasi juga Dilakukan Rasulullah

Sebuah riwayat menerangkan, bahwa sebelum shalat subuh , Rasulullah mempunyai kebiasaan melakukan istirahat dalam posisi tiduran miring yang disebut qailulah.1010.jpg Kebiasaan ini beliau lakukan pula menjelang shalat dhuhur. Relaksasi sebagaimana Rasulullah lakukan merupakan hal penting bagi orang yang hendak melakukan shalat, karena shalat merupakan perjalanan jiwa menuju Allah sehingga diperlukan persiapan yang serius namun rileks.
Shalay berbeda dengan olahraga, karena shalat sepenuhnya bersifat terapi, baik fisik maupun jiwa. Gerakan tubuh pada waktu shalat, tidak dilakukan dengan hentakan atau gerakan keras seperti halnya orang olah raga senam dalam peregangan otot, akan tetapi gerakan shalat dilakukan dengan rileks dan pengendoran tubuh secara alamiah, seperti gerakan orang ngulet saat bangun tidur. Orang tai chi pun melakukan meditasi dengan gerakan ngulet, yaitu gerakan yang telah di pola mengikuti alur tubuh secara alami. Di dalam tuma’ninah, aspek meditasi jelas sekali. Saat berdiri, benar-benar berdiri. Bukan berdiri seperti orang ber-upacara bendera atau berdiri seperti orang latihan karate, tetapi berdirilah yang tenag dan kendor agar seluruh organ tubuh berada dalam posisinya secara alami. Anda bias merasakannya pada saat anda berdiri di tepi pantai melihat pemandangan yang indah, debur ombak bergulungan menghampiri sampai menyentuh kaki anda. Saat itu tubuh anda sangat rileks, seluruh organ tubuh menempati posisnya. Anda berdiri nyaman dan santai, seperti berdirinya anak kecil usia balita.Berdirinya orang dewasa terlihat kaku dan terpola oleh pikirannya, karena menganggap jika berdiri seharusnya seperti peragawan/wait, tegap seperti militer, atau seperti berdirinya orang sedang memamerkan baju yang baru dibelinya dari Paris, arloji dari Swiss, serta sepatu kulit dari dari Italia. Postur orang dewasa inilah yang membuat orang gampang merasa jenuh dan stress karena berdiri tidak secara alami. Banyak dokter terkemuka menyakini bahwa penyakit-penyakit modern dan penuaan dini antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan orang dalam menghadapi stress.

Kebanyakan dari kita telah lupa tentang bagaiman caranya rileks. Padahal kita mengetahuinya secara naluriah semasa bayi, namun pelan-pelan melupakannya ketika kita tumbuh menjadi dewasa. Sementara itu, kecepatan dan tekanan hidup modern mulai membuat kita lelah. Jika anda mempunyai kecenderungan untuk menjadi terlalu intelek, belajarlah untuk berpindah kesisi emosional dan intuisi alamiah anda dengan menjadi lebih terbuka dan menerima apa yang dikatakan hati nurani anada, yaitu ikhlas. Suatu sikap yang diajarkan islam, yang bermakna rileks yang paling dalam seperti yang pernah kita lakukan saat masih bayi.

Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam melakukan shalat dengan tuma’ninah (rileks), yaitu sikap tenag atau diam sejenak sehingga dapat menyempurnakan perbuatannya, dima posisi tulang dan organ tubuh lainnya dapat berada pada tempatnya dengan sempurna.

Kebanyakan orang mengira, bahwa jumlah bacaan dalam setiap gerakan shalat dijadikan sebagai ukuran waktu selesainya sikap berdiri, duduk, rukuk, maupun sujud. Padahal bacaan itu bukanlah sebuah aba dalam shalat kita. Setiap bacaan yang diulang-ulang merupakan aspek meditasi, autoterapi, autosugesti, berdo’a, mencari inspirasi, penyembuhan, menunggu intuisi atau petunjuk, bahkan untuk menemukan sebuah ketenangan yang dalam. Akibatnya bias jadi lamanya berdiri mencapai lima menit, duduknya lia menit, sujudnya sepuluh menit, sehingga lamanya shalat bias mencapai lebih dari setengah jam. Apalagi shalat bukan hanya untuk menterapi mental tetapi juga untuk menterapi fisik agar bias kendor dan rileks. Tentunya tidak mungkin dilakukan deng terburu-buru, karena aspek meditatif dalam shalat tidak akan ditemukan. Jika dilakukan dengan tuma’ninah, selepas dari shalat kita akan mendapatkan apa yang dikatakan oleh muadzdzin sebagai sebaik-baik amal (hayya ala khoiril amal) atau peak experience.

Mengacu pada Rasulullah, beliau melakukan I’tidal lama sekali sehingga oleh para jama’ahnya dikira beliau lupa. Padahal bacaan yang di baca pendek sekali dan bisa dilakukan dengan cepat, Rasulullah melakukannya dengan berdiri cukup lama. Juga pada saat duduk, beliau melakukannya lama sekali sehingga juga dikira lupa.

Pada saat duduk (iftirasy) sebenarnya beliau sedang melakukan dialok untuk menyelesaikan persoalan yang dirasa rumit untuk dipecahkan. Pada saat itulahbeliau sedang menunggu jawaban atas kesulitan yang beliau alami. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari cara beliau dengan menjadikan shalat sebagai alat untuk berkomunikasi dan memohon pertolongan kepada Allah, serta tempat untuk mengistirahatkan jiwa dan fisik. Apabila kita telah melakukan shalat dengan benar, dengan cara relaksasi yang dalam dan penyerahan yang total kepada Allah, mak tidaklah mungkin orang yang sudah melakukan shalat akan berhati kasar atau pikirannya melonjak-lonjak karena tidak tenang.

Menurut hasil penelitian Alvan Goldstein, ditemukan adanya zat endorphin dalam otak manusia yaitu zat yang memberikan efek menenangkan yang disebut endogegonius. Drs. Subandi MA menjelaskan, bahwa kelenjar endorfina dan enkafalina yang di hasilkan kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek yang mirip dengan opiate (candu) yang memiliki funngsi menimbulkan kenikmatan (pleasure principle), sehingga disebut opiate endogen. Apabila seseorang dengan sengaja memasukkan zat morfin ke dalam tubuhnya maka akan terjadi penghentian produksi endorphin. Pada pengguna narkoba, apabila dilakukan penghentian morfin dari luar secara tiba-tiba, orang akan mengalami sakau (ketagihan yang menyiksa dan gelisah) karena otak tidak lagi memproduksi zat tersebut. Untuk mengembalikan produksi endorphin di dalam otak bias dilakukan dengan meditasi, shalat yang benar atau melakukan dzikir-dzikir yang memang banyak memberikan dampak ketenangan.*

Orang yang melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menghasilkan energi tambahan dalam tubuhnya, sehingga tubuh merasa fesh. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah begitu yakin bahwa shalat merupakan jalan yang ampuh untuk mengubah perilaku manusia, yang tidak baik menjadi berakhlaq mulia. Sebagaimana Allah menegaskan dalam kitab al-Qur’an :

“Sesungguhnya ahalat memiliki kekuatan mengubah perilaku manusia dari perbuatan keji dan munkar.” (al-Ankabuut 29:45)

Bisa dimengerti, mengapa shalat jika dilakukan dengan benar mampu mengubah perilaku manusia menjadi baik dan bermoral. Rasulullah telah memberikan teknik alamiah yang di butuhkan fisik dan jiwa secara alamiah. Saat tubuh kita capek dan stress, Rasulullah telah memberikan terapi fisik berupa hydrp-therapy(terapi air), dengan menggunakan air wudhu. Lalu disunahkan pula menaburi wewangian pada tubuh yang akan memberika efek relaksasi pada pikiran (aroma therapy). Hal ini juga banyak dilakukan oleh para pelaku meditasi di timur sebelum mereka melakukan meditasi. Bahkan dewasa ini, banyak rumah-rumah spa telah menyediakan aroma therapy dengan esensi bunga-bunga maupun rempah-rempah untuk memberikan ketenangan dan kesegaran bagi tubuh maupun pikiran. Juga disediakan terapi air, dengan cara mengguyur bagian-bagian tubuh seperti kaki, tangan, kepala yang akan memberikan rasa segar dan menurunkan suhu badan yng terjadi akibat terlalu lelah atau penat (stress).

Sebaiknya kita harus sudah merubah paradigma dari teosentris menjadi antroposentris. Kita yang seharusnya butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita, sehingga kita akan merasakan bahwa beribadah adalah sesuatu yang memang dibutuhkan oleh jiwa, puikiran dan fisik kita. Shalat menjadi sesuatu yang mengasyikkan dan menyenangkan. Namun terkadang kita masih seperti anak kecil yang takut kepada orang tuanya. Saat jam makan kita dicari-cari, diwajibkan makan siang. Pagi-pagi pun kita siap menyiapkan diri, mandi, sarapan, lalu berangkat ke sekolah. Seolah seluruh aktifitas dilakukan untuk memenuhi kewajiban berbakti kepada keinginan orang tua kita, sehingga ada rasa takut pada saat jam makan, jam berangkat sekolah, dan waktunya mandi di sore hari. Akibatnya, kita merasa bersalah kepada orang tua apabila kita tidak sempat makan siang. Padahal itu merupakan kesalahan yang akan berdampak kepada diri sendiri, yang dapat menyebabkan kita sakit.

Memang agak sulit untuk mengubah suatu kebiasaan yang sudah mengakar dan mendarah daging dari budaya kita. Namun kita mencoba mempraktikan latihan-latihan dzikir dan shalat untuk menemukan rasa yang telah lama hilang. Dengan kesadaran baru yang kita bangkitkan, insya Allah dari sekarang dan seterusnya shalat akan menjadi tempat kita bercengkerama dengan Allah, karena Dialah pusat ilmu pengetahuan, sumber kehidupan, dan pusat perencanaan kehidupan dari seluruh mahkuk.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (al-Baqarah : 45-46)

Cara memasuki shalat, menurut ayat tersebut diatas, dalam bentuk praktek adalah seperti di bawah ini :
1. Heningka pikiran anda agar rileks. Usahakan tubuh anda tidak tegang. Tak perlu mengkonsentrasikan pikiran sampai mengerutkan kening karena anda akan merasakan pusing dan capek. Jika terjadi seperti itu, kendorkan tubuh anda sampai terasa nyaman kembali.
2. Biarkan tubuh meluruh, agak dilemaskan, atau bersikap serileks mungkin.
3. Kemudian rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah. Biasanya kalau sudah tersambung, suasana sangat hening dan tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik. Getaran jiwa inilah yang menyambungkan kepada Zat, yang menyebabkan pikiran tidak liar kesana kemari.
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa anda sedang berhadapan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Yang Meliputi Segala sesuatu, Yang Maha Hidup, Yang Maha Suci dan Yang Maha Agung. Sadari bahwa anda akan memuja dan bersembah sujud kepada-Nya serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada pada diri anda. Biarkan ruh anda mengalir pergi, dengan suka rela menyerahkan diri : “Hidup dan matiku hanya untuk Allah semata”.
5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik ruhani meluncur kehadirat-Nya. Pada saat itulah ucapkan takbir “ALLAHU AKBAR”. Jagalah rasa tadi dengan meluruskan niat, rasakan kelurusan jiwa anda yang terus bergetar menuju Allah. Setelah itu, menyerahlah secara total, inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin(sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata).
6. Rasakan keadaan berserah yang masih menyelimuti getaran jiwa anda, dan mulailah perlahan-lahan membaca setiap ayat dengan tartil. Pastikan anda masih merasakan getaran pasrah saat membaca ayat di hadapan-Nya. Kemudian lakukanlah ruku’. Biarkan badan anda membungkuk dan rasakan. Pastikan bahwa ruh anda perlahan-lahan turut ruku’ dengan perasaan hormat dan pujilah Allah Yang Maha Agung dengan membaca: “subhaana rabbiyal adhiimi wabihamdihi”. Jika antara ruhani dengan fisik anda telah seirama, maka getaran itu akan bertambah besar dan kuat, dan bertambah kuat pula kekhusyu’an yang terjadi.
7. Setelah rukuk, anda berdiri kembali perlahan sambil mengucapkan pujian kepada Zat Yang Maha Mendengar:”samiallahu liman hamidah” (semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Rasakan keadaan ini sampai ruhani anda mengatakan dengan sebenarnya. Jangan sampai sedikitpun tersisa dalam diri anda rasa untuk ingin dipuji, yang terjadi adalah keadaan nol, tidak ada beban apa-apa kecuai rasa hening.
8. Kemudian secara perlahan sambil tetap berdzikir:”Allahu Akibar”, bersujudlah serendah-rendahnya. Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud anda agak lama. Jangan mengucapkan pujian kepada Allah Yang Maha Suci, subhaana rabbiyal a’la wabihamdihi, sebelum ruh dan fisik anda bersatu dalam satu sujudan. Biasanya terasa sekali ruhani ketika memuji Allah dan akan berpengaruh kepada fisik, menjadi lebih tunduk, ringan dan harmonis.
9. selanjutnya, lakukanlah shalat seperti di atas dengan pelan-pelan, tua’ninah pada setiap gerakan. Jika anda melakukannya dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun fifsik anda. Sempurnakn kesadaran shalat anda sampai salam.

Sehabis shalat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri anda. Ruhani anda masih merasakan getaran takbir, sujud, rukuk, dan penyerahan diri secara total. Kemudian pujilah Allah dengan memberikan pujian itu langsung tertuju kepada Allah, agar jiwa kita mendapatkan energi Ilahi serta membersihkannya.

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar …
Alhamdulillah … Alhamdulillah … Alhamdulillah …
Subhanallah … Subhanallah … Subhanallah …
Asyhadu anlaa ilaha illallah Wa asyhadu anna muhammdarrasulullah
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
La haula wa la quwwata illa billahil a’liyyil adhiim

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasakan tenang, maka dirikanlah shalat (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (an-Nisa’: 103)

sumber: sanggardewa.wordpress.com

Meditasi Solusi Pengobatan Diri Sendiri

MEDITASI. Menghidupkan cakra diri dalam ketenangan mendekatkan diri pada Yang Esa yaitu ALLAH SWT
MEDITASI. Menghidupkan cakra diri dalam ketenangan mendekatkan diri pada Yang Esa yaitu ALLAH SWT

SUDAH banyak penelitian membuktikan meditasi bisa menurunkan risiko sejumlah penyakit, membebaskan Anda dari stres dan membuat bahagia. Kesalahpahaman terbesar soal meditasi adalah banyak orang berpikir ada sejumlah rahasia yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum memulai meditasi.

“Yang Anda butuhkan hanyalah sediakan sedikit waktu untuk mengalihkan perhatian dari kesibukan sehari-hari,” kata Stephan Bodian, terapis dan penulis buku Meditation for Dummies.

Apa sebetulnya rahasia meditasi menurutnya?
1.    Lakukan di tempat yang tenang. Jika memungkinkan, sediakan tempat di rumah untuk bermeditasi. Kalau tak ada ruang khusus, sediakan kursi favorit saja. Anda tak harus bermeditasi dengan bersila atau posisi lotus. Duduklah dengan nyaman.

2.    Tutup mata untuk memfokuskan pikiran ke dalam. Buka mata sebentar jika Anda merasa mengantuk.

3.    Pilih kata yang berarti untuk Anda, misalnya damai. Ulangi kalimat itu perlahan di setiap napas. Atau duduklah dan perhatikan napas. Jika pikiran mulai berkeliaran, perlahan kembalikan konsentrasi ke napas.

4.    Konsisten. Pilih tujuan kecil tetapi mudah dicapai terlebih dahulu. Meditasi 10 menit setiap hari cukup untuk menurunkan kadar stres secara dramatis. Memang butuh beberapa waktu menjadikan praktik meditasi ini menjadi kebiasaan sehat.

sumber: KOMPAS

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑